Basa Basi Ejakulasi

Sebab menulis adalah saluran orgasme otak dan hati. Terserah apa yang mau ditulis. Toh pada akhirnya ketemu jua.

Thursday, 14 February 2013

Tentang kasih

kasih

Saat gelap semakin menyeluruh, intuisiku semakin tajam, dan  mataku menyalak menyisakan setitik cahaya. Suara kipas semakin menderu memecah keheningan, detik jarum jam  mengiri pandanganku menghabur diantara deretan lukisan dan Saat mataku konvergen, lukisan-lukisan  membentuk siluet yang ingin menelanku.
Saat itu juga Sinyal- sinyal elektromagnetis mengalir lembut, masuk melalui sentuhan tangan, terbaca oleh mata, lalu diteruskan keotak. Tak ada yang bisa di eja, apalagi di baca, huruf-huruf malah  tersusun menjadi sebuah labirin yang menyesatkan. Aku tersudut dalam ruang bisu, tubuhku mulai bertranformasi menjadi partikel-partikel hipokrit yang membingungkan, bayanganku dan bayangannya bertemu dalam dunia antar dimensi.
Ku lihat angka-angka bertebangan mengelilinginya, deret fibonnaci membuatnya jadi lebih nyata, dan titik vanishing point memberiku jalan menuju tempat itu. Kami  masuk dalam dunia ilusi yang kami ciptakan sendiri, menembus batas-batas ruang semu, menciptakan sebuah surga untuk berbagi.Meski mataku hanya melihatnya secara maya, itu saja sudah cukup  membuatku percaya. Jika kakiku mulai melangkah kesana, ada Seberkas cahaya yang datang tanpa siklus pasti, dan  aku menyebutnya “ Kirana”.
“ Hai”. Terdengar kirana menyapa. Suaranya yang lembut sedikit mencairkan suasana, membuat  remah-remah percaya diriku terbangun kembali.
“ kenapa kamu kesini?” Tanya dia.
“ aku sendiri tidak tahu kenapa, sebuah intuisi telah menuntunku, menggiring langkahku melewati malam derita ini, mencoba menembus kabut kekalutan pikiran dan hati.”
“ Ha..ha..ha.” kirana malah tertawa.
“ Apanya yang lucu?”
“ Ternyata beribu manusia selalu menyatakan hal yang sama bila datang kemari, sebuah  jawaban skeptis dari  luapan emosi sesaat.”
“ sebuah luapan  emosi sesaat?”
“ Ya, hanya sebuah luapan emosi sesat. Separuh logika dan hatimu telah dikuasai obsesi yang berujung pada emosi.”. Apa yang kamu cari?”
“Kasih?”.
“kasih? Bukankah dirimu adalah sebuah kasih yang telah dilahirkan oleh para pendahulumu.”belumkah semua itu cukup bagimu?”
“belum, aku mengingin sebuah kasih yang berbeda. Walau aku hidup dalam kesatuan kasih yang mengikat satu dan lainya. Tetapi sebenarnya Kasih adalah sebuah kebebasan. Jadi biarkanlah diriku memperoleh kasih yang bebas dari kewajiban.”
“ kalau itu adalah tujuanmu, salah besar bila kamu datang kesini.” Tempat ini adalah neraka bagi orang-orang sepertimu.”
Pernyataannya membuatku terperosok dalam jurang kekalutan yang lebih dalam. Apa ia aku telah memilih tempat yang salah. Sebuah surga tempatku berbagi, ternyata sebuah neraka bagi orang-orang sepertiku.
“ kenapa tempat ini menjadi neraka bagiku?
Kirana tersenyum mendengar pertanyaanku. Tiba-tiba tangannya meraih tubuhku, mengajakku berkeliling mengunjungi setiap sudut tempat itu. sampai akhirnya berhenti pada sebuah taman kecil yang begitu indah.
“ kau lihat jamur-jamur yang hidup di bebatuan di sekitar taman itu?
Aku hanya menjawabnya dengan sebuah anggukan.

“ itu adalah replika dari kasih. Sebuah tanaman kecil yang selalu dianggap sbelah mata ini, ternyata sebuah  sumber kehidupan, sosok penyeimbang ekosistem yang mengurai bebatuan untuk membuat sebuah tempat baru bagi tanaman. Ia adalah seorang ibu.”
“ terus apa hubungannya dengan kasih?”.
“ kasih adalah sebuah kemandirian. seperti jamur yang menjadi seorang ibu bagi tanaman. Kasih juga sosok ibu bagi kehidupan. Jadi jangan pernah mengharap orang lain mengisi kebutuhanmu akan kasih itu, apalagi mengharap  orang lain menerima kebenaranmu tentang kasih itu. Sebuah hal yang sia-sia.”
“Hal yang sia-sia?.  tetapi bukannya kasih itu adalah berbagi. Seperti sebuah pasar persaingan sempurna yang menghasilkan kebebasan memilih antara pembeli dan penjual. Memberikan keuntungan bagi keduanya.”
“ kalau pola pikirmu masih begini juga, tempat ini cocok untukmu sebagai neraka!.”
“kenapa demikian?”
“ Karena kasih selalu berdiri dalam kemandirian dan kesendiriannya. Jangan sekalipun kau mengharapakan berbagi, jika itu terjadi. semuanya menjadi sebuah perhitungan untung rugi. Tetapi jika kasih berdiri sendiri dalam kemandirian totalnya, kamu  akan menemukan sebuah keutuhan kasih yang secara tanpa sadar kau ikuti.’
“ jika aku selalu sendiri, kemana akan kutanyakan  tentang  kasih itu?”
“ apakah kamu lupa kamu adalah seorang kasih, tuhan telah menitipkan kasih itu dalam hatimu, jika kamu mau bertanya tentang kasih. Tanyalah dengan hatimu. Biarkan ia bernyanyi dengan melodinya sendiri, tanpa harus mengikuti nada- nada indah  yang di buat orang lain.”
“ terus jika melodi hati  itu hanya terdengar olehku atau bahkan sumbang bagaimana?
“ aku curiga sekarang, kamu ini bodoh atau hanya sekedar pura-pura bodoh? “ bentuk-bentuk pertanyaanmu tak ada yang menunjukkan kamu sebagai orang yang bodoh.” Jawab Kirana dengan agak kesal.
“menurutmu kirana?
Kirana sekarang tersenyum mendengarkan  pertanyaanku. “ aku ingin mendengar jawaban tadi dari mulutmu sendiri?” kirana malah  balik bertanya.
“ menurutku melodi hati memang hanya bisa di dengarkan oleh diri sendiri, dan tak bisa di pinjamkan pada orang lain. Karena sebenarnya aku bisa bersuka dalam kasihku sendiri dengan melodi hatiku sendiri.”. tetapi pasti ada cara untuk berbagi itu semua untuk orang ? Iya kan kirana?
“ ia,  selalu ada cara untuk segala hal di dunia, dan ternyata benar  kamu tak sebodoh dugaan awal pertemuan kita.”
“ terus bagaimana caranya?” tanyaku kembali.
“ kamu ini orangnya nggak sabaran ya. tetapi baiklah aku akan memberikan sedikit gambaran untuk itu.  kasih memang bersifat universal. Tetapi untuk berbagi kasih yang bisa membuatkmu bersuka dalam kasihmu sendiri, serta dapat mendendangkan melodi hati yang bisa di dengar orang lain.” Kamu hanya bisa melakukannya dengan beberapa orang saja. Dan saat itulah seolah-olah kamu rasakan kasih itu berbagi. Seperti sistem untung rugi yang kamu katakan tadi.”
“ siapa saja orang itu kirana?”
“ orang-orang yang membuat hatimu bergetar saat kamu dekat dengannya”. dan disitulah melodi hatimu akan menguak tabir maha misteri yang kelak bisa mennghubungkan duniamu dan dunianya”
“ se sederhanakah itulah? “
“ jelas tidak, ada banyak unsur yang akan terhubung,  disana  kita bagaikan file-file yang tersimpan dalam  RAM ( random acces memory) dalam komputer, dimana sebuah sinyal –sinyal elektris  berupa bahasa pascal, bahasa ADA, ataupun  lainya, Tersimpan dalam sebuah cincin berupa deret angka-angka dan simbol. Jika angka-angka dan symbol tersebut dijalankan, maka ia akan membentuk suatu visualisasi program yang sempurna.”
“Maksudnya Kirana?”
“semua sudah sudah ada tempatnya masing-masing, semua ada fungsinya masing,  angka-angka dengan segala kesendirianya dan kemandirianya, suatu saat akan memperoleh suatu intruksi dari manusia untuk menjalankan suatu program. Saat itulah  fungsi benar-benar berjalan.



No comments:

Post a Comment