Saat gelap semakin menyeluruh,
intuisiku semakin tajam, dan mataku
menyalak menyisakan setitik cahaya. Suara kipas semakin menderu memecah
keheningan, detik jarum jam mengiri
pandanganku menghabur diantara deretan lukisan dan Saat mataku konvergen, lukisan-lukisan
membentuk siluet yang ingin menelanku.
Saat itu juga Sinyal- sinyal
elektromagnetis mengalir lembut, masuk melalui sentuhan tangan, terbaca oleh
mata, lalu diteruskan keotak. Tak ada yang bisa di eja, apalagi di baca,
huruf-huruf malah tersusun menjadi
sebuah labirin yang menyesatkan. Aku tersudut dalam ruang bisu, tubuhku mulai
bertranformasi menjadi partikel-partikel hipokrit yang membingungkan,
bayanganku dan bayangannya bertemu dalam dunia antar dimensi.
Ku lihat angka-angka bertebangan
mengelilinginya, deret fibonnaci membuatnya jadi lebih nyata, dan titik
vanishing point memberiku jalan menuju tempat itu. Kami masuk dalam dunia ilusi yang kami ciptakan
sendiri, menembus batas-batas ruang semu, menciptakan sebuah surga untuk
berbagi.Meski mataku hanya melihatnya secara maya, itu saja sudah cukup membuatku percaya. Jika kakiku mulai melangkah
kesana, ada Seberkas cahaya yang datang tanpa siklus pasti, dan aku menyebutnya “ Kirana”.
“ Hai”. Terdengar kirana menyapa.
Suaranya yang lembut sedikit mencairkan suasana, membuat remah-remah percaya diriku terbangun kembali.
“ kenapa kamu kesini?” Tanya dia.
“ aku sendiri tidak tahu kenapa,
sebuah intuisi telah menuntunku, menggiring langkahku melewati malam derita ini,
mencoba menembus kabut kekalutan pikiran dan hati.”
“ Ha..ha..ha.” kirana malah
tertawa.
“ Apanya yang lucu?”
“ Ternyata beribu manusia selalu
menyatakan hal yang sama bila datang kemari, sebuah jawaban skeptis dari luapan emosi sesaat.”
“ sebuah luapan emosi sesaat?”
“ Ya, hanya sebuah luapan emosi
sesat. Separuh logika dan hatimu telah dikuasai obsesi yang berujung pada
emosi.”. Apa yang kamu cari?”
“Kasih?”.
“kasih? Bukankah dirimu adalah
sebuah kasih yang telah dilahirkan oleh para pendahulumu.”belumkah semua itu
cukup bagimu?”
“belum, aku mengingin sebuah
kasih yang berbeda. Walau aku hidup dalam kesatuan kasih yang mengikat satu dan
lainya. Tetapi sebenarnya Kasih adalah sebuah kebebasan. Jadi biarkanlah diriku
memperoleh kasih yang bebas dari kewajiban.”
“ kalau itu adalah tujuanmu,
salah besar bila kamu datang kesini.” Tempat ini adalah neraka bagi orang-orang
sepertimu.”
Pernyataannya membuatku
terperosok dalam jurang kekalutan yang lebih dalam. Apa ia aku telah memilih
tempat yang salah. Sebuah surga tempatku berbagi, ternyata sebuah neraka bagi
orang-orang sepertiku.
“ kenapa tempat ini menjadi
neraka bagiku?
Kirana tersenyum mendengar
pertanyaanku. Tiba-tiba tangannya meraih tubuhku, mengajakku berkeliling
mengunjungi setiap sudut tempat itu. sampai akhirnya berhenti pada sebuah taman
kecil yang begitu indah.
“ kau lihat jamur-jamur yang
hidup di bebatuan di sekitar taman itu?
Aku hanya menjawabnya dengan
sebuah anggukan.
“ itu adalah replika dari kasih.
Sebuah tanaman kecil yang selalu dianggap sbelah mata ini, ternyata sebuah sumber kehidupan, sosok penyeimbang ekosistem
yang mengurai bebatuan untuk membuat sebuah tempat baru bagi tanaman. Ia adalah
seorang ibu.”
“ terus apa hubungannya dengan
kasih?”.
“ kasih adalah sebuah
kemandirian. seperti jamur yang menjadi seorang ibu bagi tanaman. Kasih juga
sosok ibu bagi kehidupan. Jadi jangan pernah mengharap orang lain mengisi
kebutuhanmu akan kasih itu, apalagi mengharap
orang lain menerima kebenaranmu tentang kasih itu. Sebuah hal yang
sia-sia.”
“Hal yang sia-sia?. tetapi bukannya kasih itu adalah berbagi.
Seperti sebuah pasar persaingan sempurna yang menghasilkan kebebasan memilih
antara pembeli dan penjual. Memberikan keuntungan bagi keduanya.”
“ kalau pola pikirmu masih begini
juga, tempat ini cocok untukmu sebagai neraka!.”
“kenapa demikian?”
“ Karena kasih selalu berdiri
dalam kemandirian dan kesendiriannya. Jangan sekalipun kau mengharapakan
berbagi, jika itu terjadi. semuanya menjadi sebuah perhitungan untung rugi.
Tetapi jika kasih berdiri sendiri dalam kemandirian totalnya, kamu akan menemukan sebuah keutuhan kasih yang
secara tanpa sadar kau ikuti.’
“ jika aku selalu sendiri, kemana
akan kutanyakan tentang kasih itu?”
“ apakah kamu lupa kamu adalah
seorang kasih, tuhan telah menitipkan kasih itu dalam hatimu, jika kamu mau
bertanya tentang kasih. Tanyalah dengan hatimu. Biarkan ia bernyanyi dengan
melodinya sendiri, tanpa harus mengikuti nada- nada indah yang di buat orang lain.”
“ terus jika melodi hati itu hanya terdengar olehku atau bahkan
sumbang bagaimana?
“ aku curiga sekarang, kamu ini
bodoh atau hanya sekedar pura-pura bodoh? “ bentuk-bentuk pertanyaanmu tak ada
yang menunjukkan kamu sebagai orang yang bodoh.” Jawab Kirana dengan agak
kesal.
“menurutmu kirana?
Kirana sekarang tersenyum
mendengarkan pertanyaanku. “ aku ingin
mendengar jawaban tadi dari mulutmu sendiri?” kirana malah balik bertanya.
“ menurutku melodi hati memang
hanya bisa di dengarkan oleh diri sendiri, dan tak bisa di pinjamkan pada orang
lain. Karena sebenarnya aku bisa bersuka dalam kasihku sendiri dengan melodi
hatiku sendiri.”. tetapi pasti ada cara untuk berbagi itu semua untuk orang ?
Iya kan kirana?
“ ia, selalu ada cara untuk segala hal di dunia,
dan ternyata benar kamu tak sebodoh
dugaan awal pertemuan kita.”
“ terus bagaimana caranya?”
tanyaku kembali.
“ kamu ini orangnya nggak sabaran
ya. tetapi baiklah aku akan memberikan sedikit gambaran untuk itu. kasih memang bersifat universal. Tetapi untuk
berbagi kasih yang bisa membuatkmu bersuka dalam kasihmu sendiri, serta dapat
mendendangkan melodi hati yang bisa di dengar orang lain.” Kamu hanya bisa
melakukannya dengan beberapa orang saja. Dan saat itulah seolah-olah kamu
rasakan kasih itu berbagi. Seperti sistem untung rugi yang kamu katakan tadi.”
“ siapa saja orang itu kirana?”
“ orang-orang yang membuat hatimu
bergetar saat kamu dekat dengannya”. dan disitulah melodi hatimu akan menguak
tabir maha misteri yang kelak bisa mennghubungkan duniamu dan dunianya”
“ se sederhanakah itulah? “
“ jelas tidak, ada banyak unsur
yang akan terhubung, disana kita bagaikan file-file yang tersimpan
dalam RAM ( random acces memory) dalam
komputer, dimana sebuah sinyal –sinyal elektris berupa bahasa pascal, bahasa ADA, ataupun lainya, Tersimpan dalam sebuah cincin berupa
deret angka-angka dan simbol. Jika angka-angka dan symbol tersebut dijalankan,
maka ia akan membentuk suatu visualisasi program yang sempurna.”
“Maksudnya Kirana?”
“semua sudah sudah ada tempatnya
masing-masing, semua ada fungsinya masing,
angka-angka dengan segala kesendirianya dan kemandirianya, suatu saat
akan memperoleh suatu intruksi dari manusia untuk menjalankan suatu program.
Saat itulah fungsi benar-benar berjalan.

No comments:
Post a Comment