Senyumanya miris seluas lekuk tangkup wajahya,
kelopak matanya sendu menatap panorama di padang muara,
bibirnya semakin mengatup erat mengaharapkan tetes embun pelepas dahaga,
dia merasakan hawa dingin semakin mengoyak jiwanya
dia mulai meresapi desah nafas keluguannya,
keluguanya membuatnya terkilir dan jatuh...
keluguanya membuatnya terbuai dan terikat...
dan keluguanya membuatnya tertanam dan tumbuh di padang muaraku...

No comments:
Post a Comment