Basa Basi Ejakulasi

Sebab menulis adalah saluran orgasme otak dan hati. Terserah apa yang mau ditulis. Toh pada akhirnya ketemu jua.

Sunday, 22 August 2010

Sekawanan mahasiswa

“Aku harusnya bangga berdiri diantara orang - orang terpilih yang memilki intelektualitas lebih tinggi ,
Tubuhku harusnya mewangi seiring dengan tetes keringat perjuangan mereka,
Telingaku harusnya peka terhadap terhadap jerit tangis kehidupan yang begitu nyata,
Dan Mulutku harusnya berbincang tentang pekatnya harubiru kehidupan negeri ini,
ehm...
akan tetapi, orang-orang yang gelarnya tersemat tidak sampai satu windu itu,
Berjalan bagai petani yang pulang petang dari lembah persemaian,
Dengan gontainya melangkahkan kaki tanpa berpaling lagi kebelakang,
Memalingkan diri dari indahnya sang surya di sore hari,
Menghilang diantara kabut di lembah persemaian,
Mereka merasakan bahwa hari - harinya hanya berpaling pada kepentingan - kepentingan peribadi,
Dan mereka Bergelut pada kepentingan politis yang sangat memuakkan,
ehm...
Sekarang aku hanya bisa terhening melihatnya,
Bahkan sekawanan dari mereka, ada saja yang berjuang atas nama golongannya,
Mengatas namakan kebenaran demi sebuah kepuasan dirinya,
Sampai suatu saat, mereka rela melepas mahkota dari dalam hatinya ,
Dan lebih parahnya lagi, sebagian dari mereka tega melepas mahkota koleganya,
Setelah kupahami, mereka ternyata sama dan bahkan tak lebih bagus dari anjing- anjing penjilat negeri ini,
Sungguh mengenaskan...untuk sekawanan mahasiswa,
jiwa muda yang harusnya hidup dalam kebebasan yang memilki keteraturan,
Seakan bergerak melepaskan ideologi negeri ini,
Seolah lupa dengan Bhineka tunggal ika, atau memang sengaja melupakan hakekat kebhinekaanya...”

No comments:

Post a Comment