Bias- bias benang surga seakan melepuh malam ini,
gelak tawa awan semu semakin riak menerpamu,
kucoba rengkuhkan hati tapi tak terbiaskan olehmu,
yang kurasakan ada hanya rasa dingin, hampa,dan kaku.
lalu pucuk - pucuk dedaunan semakin bergoyang indah menertawakanmu,
ini hanya sekali,
ini cukup sekali,
tapi kurahap bisa berulang kali,
gelak tawa awan semu semakin riak menerpamu,
kucoba rengkuhkan hati tapi tak terbiaskan olehmu,
yang kurasakan ada hanya rasa dingin, hampa,dan kaku.
lalu pucuk - pucuk dedaunan semakin bergoyang indah menertawakanmu,
ini hanya sekali,
ini cukup sekali,
tapi kurahap bisa berulang kali,
untuk yang erasakan dan dirasakan
ReplyDelete